Assalammualaikum. Wr. Wb.
Ma'af ini mungkin bukannya saya berarti setuju akan mitos dalam beternak jangkrik, cuma ini adalah pengalaman yang saya alami sendiri yang ingin berbagi pengalaman dalam beternak jangkrik dan saya tidak mau mengulangi kembali ( lah .. gimana sich inimah namanya setuju akan mitos itu ...).
Begini ceritanya :
Beberapa waktu yang lalu kami ingin menguji kekuatan Telur Jangkrik, karena terdapat kekhawatiran nantinya pada saat Telur Jangkrik itu kami kirim, apak akan rusak atau tidak.
untuk mengetahui hal itu, saya sendiri yang melakukan pengujian dengan menekan sekeras-kerasnya salah satu telur jangkrik sampai akhirnya ... MUNCRAT isi telur tersebut.
saya tarik kesimpulan pada saat itu bahwa "Kekuatan Cangkang Telur Jangkrik Cukup Kuat untuk ukurannya "
sehingga lebih percaya diri apabilan ada pengiriman.
Kemudian, telur telur tersebut seperti biasanya kami masukkan kebeberapa kandang untuk di tetaskan, mengikuti procedure seperti biasanya.
Banyaknya kurang lebih waktu itu 1 KG
2 hari berlalu .....
3 hari berlalau .....
4 hari belum ada perubahan ....
perasaan mulai cemas saat itu
5 hari berlalu
"ada yang tidak beres" perkataan itu yang kami utarakan saat itu
dihari ke 6
Semua Telur berwarna Hitam ( GESENG ) .....
Kami coba mereview procedure kami, ..... "Tidak ada yang salah, sama seperti biasanya"
Gagalah periode untuk waktu itu.
Kemudian Teman saya yang lain ( salah satu peternak jangkrik juga ) datang dan bertanya :
T : " apakah ada telur yang kamu sakiti ? "
J : " coba saya ingat-ingat dulu " meminta waktu sebentar.
J : " Oh iya saya pernah menguji kekuatan telur dengan cara menekannya sekeras-kerasnya " jawab saya
T : " Dikalangan Peternak jangkrik di kami ada anggapan/Mitos bahwa tidak boleh menyakit Jangkrik mulai dari Telur sampai dewasa di hadapan yang lainnya " (sesama jangkrik ) " salah satunya ya seperti yang saya kamu alami ini " katanya.
J : " wah saya baru tahu, biarlah ini menjadi masukkan buat saya ".
Itu sekilas tentang Pengalaman saya.
untuk rekan-rekan pembaca .. boleh percaya boleh tidak.
untuk saat ini saya tidak mau mengulangi hal itu kembali.
Logikanya kalau teman kita dianiaya, pasti kita juga akan ketakutan
jadi kalau mw di test seperi saya tadi... Harus Ngumpet dari yang lain kali yaa..hi3x
Sa'at ini saya masih mencari penyebab yang Ilmiah untuk kasus tersebut.
OK silahkan di-sharing disini pengalaman anda dibawah ini..
Wassalammu'alaikum Wr. Wb.
Mitos beternak jangkrik
Cara Menetaskan Telur Jangkrik
Assalammu'alaikum Wr. Wb.
Mohon Ma'af untuk Pembeli saya dari Makassar ( Bpk. Bpk Mastuo )
ini saya baru bisa menjawab, bagaimana cara menetaskan telur yang baik.. ?
Kalau Baik itu relatif yang penting adalah hasilnya :-P
CARA MENETASKAN TELUR JANGKRIK
Buatlah kotak penetasan dengan ukuran P * L * T = 50 cm * 30 cm * 20 cm.
Kotak ini dapat menampung 1 (satu) sendok telur jangkrik ( berisi sekitar 2500-3000 butir ).
Langkah selanjutnya adalah cara menetaskan telur
A. Dengan Media Kain.
Potong kain dengan Ukuran Sekitar 25 cm * 25 cm, sementara alat yang digunakan berupa wadah plastik untuk meletakkan kain serta semprotan air berukuran kecil.
adapun cara penetasannya adalah sebagai berikut :
B. Dengan Media Pasir.
Penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Jemur / Sangrai agar kuman penyakit lainnya mati sehingga media pasir tersebut menjadi steril. Masukkan pasir halus tadi kedalam Nampan ukuran 15 cm * 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah semprotan air ( Spray ).
Adapun teknik penetasan dengan cara ini adalah :
Pasti ada yang bertanya, cara mana diantara A dan B yang paling bagus ?
sebenarnya keduanya sama saja, hanya tergantung dari kita cara merawatnya.
mudah-mudahan cara ini dapat membantu peternak pemula jangkrik
semoga sukses
Note : Postingan Berikutnya saya beri judul " Perawatan setelah telur jangkrik menetas "
ditunggu ya
Wassalammu'alaikum Wr. Wb.
Jual Buku Beternak Jangkrik
Jual Buku beternak jangkrik .....
Banyak yang menanyakan ke saya melalui e_mail / SMS,
Bagaimana cara beternak jangkrik yang baik ?
Tahun 1999 ( Tapi jangan Khawatir, buku ini sangat membantu )
Jika ada yang berminat silahkan hubungi saya
Kok harganya sedikit lebih mahal, nah disini saya akan bantu jika ada kesulitan-kesulitan di luar buku ini dengan mengirimkan e_mail ke saya, Insya Allah saya balas dengan senang hati.
Tebal: 80 halaman
Berat: 130 gram
Harga: Rp. 25.000 belum termasuk Biaya Kirim
Biaya konsultasi Rp. 30.000
Silahkab mau beli bukunya saja atau sama konsultasi
melayani konsultasi 1 Bulan setelah Order di terima dan maximum 10 pertanyaan melaui email
kenapa murah amat biaya konsultasinya, namanya juga sharing, hitung-hitung biaya ketik kami
Sekilas tentang buku ini
Jangkrik (Gryllus testaccus Walk) yang suaranya sering menghiasi kesunyian malam, ternyata juga disukai burung berkicau dan arwana. dengan menyantapnya, burung berkicau rajin berdendang. Warna arwana juga menjadi indah berkilau berkat khasiat jangkrik Untuk memenuhi kebutuhan pakan burung dan arwana yang mencapai jutaan ekor tentu tidak bisa mengandalkan lagi melalui penangkapan. Jangkrik harus dibudidayakan. Ternyata memang bisa. Dan, sudah banyak peternak yang meraup keuntungan jutaan rupiah setelah sukses beternak jangkrik. Anda dapat mencoba keberhasilan beternak jangkrik dari mereka, setelah disempurnakan teknisnya oleh ahli zoologi, lewat buku ini.
ditunggu pesanannya ...
Hubungi Saya di :
- Nama :Bpk Lili Rusdiana
- email : lili.rusdiana@gmail.com
- Phone GSM : 081584210404
- Phone CDMA : 021-99257968
Jual Telur Jangkrik
Assalammu'alaikum Wr. Wb.
jual telur jangkrik ..... jual telur jangkrik.....
Anda akan beternak jangkrik atau mau beli telur jangkrik ?
saat ini kami menjual telur jangkrik jenis " Jangkrik Kalung "
Saat ini saya telah bekerjasama dengan peternak jangkrik didaerah saya
sehingga ketersediaan stok cukup stabil, (1 Kg Telur jangkrik dapat menghasilkan +/- 75 Kg jangkrik siap panen dalam kurun waktu satu bulan)
Jika anda dapat mengelolanya dengan baik dapat menghasilkan lebih dari 80 KG jangkrik siap panen.
- Minimum Pemesanan Telur jangkrik 0.5 Kg Harga Rp. 150.000,-
- Pemesanan 1 Kg Harga Rp. 275.000,-
- Harga belum termasuk Ongkos Kirim.
- Pembayaran dilakukan melalui transfer pada salah satu No Rekening kami.
- Silahkan Jasa pengiriman yang kami gunakan adalah Tiki / Tiki JNE
- Silahkan konfirmasi biaya pengiriman terlebih dahulu
- Jika ada pertanyaan kami persilahkan.
Bank Mandiri, No Rekening : 1560002276451Cabang : Jababeka, Kec. Cikarang, Kab Bekasi.
Atas Nama : Lili Rusdiana
Bank Permata, No Rekening : 1210442258Cabang : Jababeka, Kec. Cikarang, Kab Bekasi.
Atas Nama : Lili Rusdiana
Bank BCA, No Rekening : 6870633121Cabang : Pondok Gede Plaza, Kec. Pondok Gede, Kab Bekasi.
Atas Nama : Yanto
Konfirmasi Order dapat dikirim melalui
- e_mail : lili.rusdiana@gmail.com
- Yahoo Messengger : lili_rusdiana_pg
- Phone : 081584210404
Ayo di tunggu Order-nya !!!
Silahkan isi Form dibawah jika anda sudah order
Buku Beternak Jangkrik paling laris tahun 1999
Mau Tahu Buku yang paling laris tahun 1999 !!
BOGOR (Media): Sukses Beternak Jangkrik adalah buku
pertanian paling laris tahun 1999. Buku ini mampu
mencatat penjualan rata-rata 13.000 eksemplar setiap
bulan. Sedangkan peringkat kedua dipegang buku
berjudul Beternak Cacing dengan oplah 11.000 eksemplar
per bulan.
Menurut Antonius Riyanto, direktur utama PT Penebar
Swadaya (PS), penjualan buku-buku pertanian melonjak
pesat selama tiga tahun terakhir. "Peningkatan di
tahun 1999 mencapai empat kali lipat dibanding tahun
1997. Itu berarti naik dua kali lipat dari tahun
1998," katanya dalam acara Kiprah Penulis-Penerbit
Menuju Pertanian Tangguh di Kampus Hijau Bina Swadaya,
Bogor, yang diselenggarakan PT PS, kemarin.
Meningkatnya pembelian buku pertanian, terang Anton,
disebabkan selama krisis banyak orang yang terjun ke
bidang agribisnis, termasuk beternak jangkrik dan
cacing. Jangkrik dan cacing dipilih karena mudah dan
tidak memerlukan lahan atau modal besar. Selain itu,
publikasi tentang budidaya hewan ini dan peluang
bisnisnya sangat gencar di media massa.
Manajer Pemasaran PT PS Roni Palungkun mengatakan,
selain kedua buku tersebut, ada beberapa lagi yang
tergolong cukup diminati. Di antaranya adalah buku
berjudul Budidaya Cabe Rawit (Cabe Rawit, Hibrida,
Cabe Besar), Beternak Walet, Budidaya Ikan Lele,
Beternak Ayam dan Beternak Itik tanpa Air. "Rata-rata
oplah buku-buku itu sebanyak 500 hingga 2.000
eksemplar setiap bulan," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, PT PS memberikan penghargaan
kepada para penulis yang telah menghasilkan buku
abadi, buku nonroyalti, dan buku dengan penjualan
terbanyak.
Yang dimaksud buku Abadi, menurut Rini Wudianto,
manajer produksi PT PS, adalah buku yang mempunyai
siklus hidup terlama dan tetap berdaya jual tinggi
sejak terbit hingga saat ini. Kriteria itu dipenuhi
oleh buku berjudul Budi Daya Ikan Lele yang ditulis
oleh Rachmatun Suyanto. Buku tersebut menurut Rini,
pertama kali diterbitkan tahun 1982 dan telah dicetak
ulang sebanyak 23 kali.
Kriteria buku nonroyalti dengan daya jual tinggi
adalah yang diterbitkan dari naskah yang dibeli. Judul
bukunya adalah Ayam Kampung Petelur karya Kliwon
Sujionohadi dan Ade Iwan Setiawan. Buku ini
diterbitkan tahun 1993 dan hingga kini telah mengalami
cetak ulang 15 kali. Sedangkan buku dengan penjualan
tertinggi -- seperti sudah disebutkan -- berjudul
Sukses Beternak Jangkrik yang ditulis oleh Farry B
Paimin, LE Pudjiastuti dan Erniwati, diterbitkan Mei
1999.
PT PS, kata Rini, saat ini adalah penerbit buku
pertanian terbesar di Indonesia. Perusahaan yang
berada di bawah payung Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) Bina Swadaya ini telah menerbitkan buku sebanyak
696 judul. Selama ini, PT PS lebih banyak menggunakan
jasa penulis luar perusahaan. Kini jumlah penulis yang
berkerja sama tercatat 294 orang, terdiri dari staf
pengajar perguruan tinggi, peneliti dan pelaku bisnis.
"Setiap tahun kami rata-rata memproduksi 36 buku,"
ungkap Rini.
Pada acara yang sama, penulis dan kolumnis Mohamad
Sobary mengatakan, menjadi penulis buku di Indonesia
saat ini belumlah mendapat penghargaan memadai. Tapi,
dia mengingatkan bahwa sebagai penulis buku hendaknya
jangan hanya mengharapkan imbalan materi, tetapi lebih
dijiwai untuk memberikan apa yang dimilikinya kepada
orang lain.
Kisah Sukses Beternak Jangkrik.
Walaupun ini bukan kisah sukses saya, tapi nggak ada salahnya jika anda membaca kisah sukses Bpk Junaidi ini ...
Junaidi, Sukses Dengan Beternak Jangkrik
Tak harus punya usaha besar untuk membuka lapangan kerja. Beternak jangkrik pun bisa memberikan peluang. Bahkan bisa membantu menjaga kebersihan dengan mengumpulkan limbah-limbah sayur untuk pakan jangkrik dari pasar. Itu sudah dibuktikan Junaidi (43), pria yang mulai berhasil beternak jangkrik di Tiban. Bagaimana ia menjalani usahanya?
Tempat beternak jangkrik milik Junaidi berada di dua tempat. Pertama di jalan Komplek Bapindo, jalan Sanur Blok B No B2, Tiban I. Persis berbelakang dengan rumahnya yang berada di Blok D No C3. Di rumah tipe 37 dan bercat merah mudah itu, Junaidi mulai mengembangkan usaha ternak jangkrik.
Kemarin siang, Batam Pos mendatangi rumah ternak jangkrik itu. Ditemani Junaidi, wartawan koran ini melihat seluruh tempat beternak jangkrik yang dimulai sejak awal Desember 2008. Rumah yang disewa Rp6 juta setahun itu, benar-benar dimamfaatkan keseluruhannya untuk tempat memelihara jangkrik.
Begitu memasuki rumah sudah ada ada kotak-kotak dua tingkat berjejer. Suara jangkrik menyambut dan memecahah kesunyian di rumah itu. Di ruang depan ada dua puluh kotak berukuran 120 sentimeter kali 90 sentimeter. Di dalam kotak yang terbuat dari triplek itulah jangkrik-jangkrik dikembangbiakkan. Ratusan jangkrik memenuhi tiap satu kotak.
Masuk lebih dalam lagi, katak-kotak serupa ditemui. Di kamar yang dulunya kamar tidur, di dapur hingga ke lantai dua rumah itu. ”Di sini ada 50 boks. Satu boks itu berisi satu ons (jangkrik). satu ons sekitar 200-an (jangkrik),” ujar Junaidi saat ditemui di rumahnya, kemarin.
Selain di Tiban I, tempat beternak jangkrik milik Junaidi berada di kawasan Industri Sekupang. Di tempat ini lebih besar lagi karena bangunannya bekas tempat perusahaan. Di sini, jumlah kotak pemeliharaan jangkrik ada 260 kotak.
Kotak pemeliharaan jangkrik itu memamfaatkan bahan-bahan bekas. Mulai triplek, tempat perlindungan jangkrik dari tatakan telur, hingga pelindung kotak yang menggunakan bekas kertas foto ronseng. Tidak hanya tempatnya, pakan jangkrik juga memamfaatkan limbah sayur dan makan yang diperoleh dari pasar. Seperti sawi, mi kering, kepala ikan, dan roti.
Untuk mendapatkan itu, setiap malam pria asal Bengkalis ke Pasar Pagi Jodoh mencari limbah sayur. Bersama karyawannya sekitar pukul 23.00 WIB, ia ke pasar berburu limbah sayur, mi, roti, dan kepala ikan. Satu malam ia bisa mengumpulkan 80 kilogram sayur sawi.
”Itu untuk sekali makan. terus ditambah sayur kangkung yang didapat dari rawa-rawa, jadi satu hari sekitar 120 kilogram sayur untuk makanan jangkrik,” beber Manajer Operasional Prima Tour and Travel ini.
Beternak dan memelihara jangkrik, bagi Junidi, seperti merawat bayi. Tidak boleh kena hujan dan harus telaten. Jangkrik-jangkirk itu diberi makan dua kali sehari, pagi dan sore hari. Makanya, Junaidi membagi tugas karyawannya. Ada yang bertugas mencari pakan dan ada yang bertugas merawat setiap hari.
Beternak jangkrik dimulai Junaidi secara tidak sengaja. Ia pernah melihat jangkrik yang didatangkan ke Batam melalui bandara Hang Nadim Batam. Ia pun bertanya-tanya dan mengetahui jangkrik tersebut didatangkan dari Jawa untuk makanan burung piaraan. Karena belum ada di Batam, jangkrik itu masih didatangkan dari Jawa. Mulai dari situlah Junaidi melihat peluang.
”Kemudian saya baca-baca Alquran. Saya pernah jatuh bangun dalam usaha. Ternyata gak boleh pake nafsu, harus pake hati,” katanya.
Ia pun mulai coba-coba awal Desember lalu. Dengan karyawan dua orang, di rumah yang tepat berbelakangan dengan rumahnya ia mulai beternak jangkrik. Awalnya ia membeli satu ons atau sekitar 200 jangkrik dari Jawa untuk eksprimen. Kemudian ia membeli jangkrik sepuluh kilo untuk dikembangkan dalam 50 kotak. ”Modal awalnya itu satu boks Rp80 ribu,”ungkapnya. Dengan 50 kotak yang masing-masing berisi satu ons jangkrik atau 200-an, ia bisa menghasilkan berkilo-kilo jangkrik yang siap dijual. Satu ons telur jangkrik bisa berkembang menjadi 6-7 kilo jangkrik.
Setelah eksprimennya mulai menunjukkan hasil, Junaidi memperbesar usahanya. Ia pun menambah karyawan menjadi 53 orang. Ia menambah tempat usaha di kawasan Industri Sekupang. Di tempat itu, Junaidi membuat 260 kotak. Sekali panen secara keseluruhan tempat peternakan jangkrik bisa menghasilkan 350 kilo jangkrik.
Jangkrik itu di jual ke toko-toko pakan di Batam, Tanjungpinang, dan Tanjungbalai Karimun. satu kilo ia jual Rp90 ribu. ”Masih untuk pasar lokal. Kedepannya bisa ke Singapura. Tapi untuk sini saja, kebutuhan itu belum terpenuhi,” katanya. ***(Sumber : Batam Pos)mia tersebut.
Panen Jangkrik Trial ke 2
Insya Allah Nanti Panen Jangkrik Trial ke 2 saya tanggal 12 Juli 2009
Waktu itu beli telur Tanggal 8 Juni 2009
Menetas semua Tanggal 11 Juni 2009
harusnya 35 hari, target panen ke-2 saya ketika itu tanggal 15 Juli 2009
Berhubung pembelinya sudah meminta , dia minta Minggu besok ( 12 Juli 2009 )
Nantikan Foto-fotonya ya....!!!!
jadi ... +/- satu bulan kita sudah bisa merasakan hasilnya ... nggak pake lama-lama

